Radar Semarang – 11 August 2008

Ibunya Pelukis Terkenal, Belajar Melukis Otodidak

Sejak kecil hobi melukis, Tamanna Sagar baru serius melakoninya secara profesional setahun belakangan. Belajar seni lukis secara otodidak, pelukis wanita India ini memikul beban berat atas hasil karyanya. Maklum, ibu Tamanna adalah Saroj Sharma, pelukis terkenal di India sekaligus Direktur Museum New Delhi.

Sekitar 42 karya lukisan Tamanna dipamerkan di lobi dan ruang Puri V Hotel Ciputra 8-10 Agustus ini. Ini merupakan pameran pertama wanita yang telah sembilan tahun tinggal di Semarang tersebut. Ke depan, istri dari Sindeep Sagar ini mengincar Bali sebagai tempat menggelar pameran. 

“Saya ingin berpameran di Bali. Tapi mungkin tidak sekarang, saya masih beginner,” ucap Tamanna yang berbusana khas negeri Sungai Gangga ini.

Berbincang dengan Radar Semarang, ibu dari dua putra ini tampak malu-malu. “Baru satu tahun ini saya melukis secara profesional. Tapi sejak kecil sudah senang lukis,” ujarnya dengan bahasa Indonesia yang lumayan lancar. 
Meski ibunya pelukis terkenal, Tamanna mengaku tidak diajari secara langsung. ”Mungkin ini bakat turunan. Tapi saya melihat ibu melukis dan belajar sendiri. Tidak pernah sekolah seni sekalipun,” tuturnya.

Ditanya tentang aliran melukis yang dianutnya, wanita berlatarbelakang pendidikan Sastra Inggris ini malah bingung. Menurutnya, dia belum begitu menemukan jatidirinya sebagai pelukis. 

”Saya tak suka satu macam aliran. I like abstract, but narative too,” ucapnya.

Dalam lukisannya, Tamanna memilih objek yang bervariasi. Namun, dia melukis banyak tokoh pewayangan, Khrisna dalam berbagai variasi. 

Seperti lukisan berjudul ”The Naughty Krisna” yang menggambarkan Khrisna kecil yang sedang dikejar ibunya, ”Innocence of Child Khrisna” yang berwujud Khrisna kecil yang terlihat gemuk dan menggemaskan, juga ”Arrogance of Radha” yang menggambarkan Khrisna dan Radha yang jadi pujaan hatinya. 

Dia mengaku penggemar tokoh Khrisna. Budaya India diakuinya berpengaruh besar sebagai referensinya melukis.

”Kisah percintaan Khrisna dan Radha ini sangat terkenal di India. Namun Khrisna tak menikahi Radha karena wanita tersebut sangat arogan,” paparnya.

Uniknya, Tamanna yang penganut Hindu juga banyak melukis Jesus. Lukisan bertema keagamaan itu disebutnya holy painting. Ditanya alasannya, dia mengaku tergerak begitu saya. 

”Saya bukan Kristen. Tapi seperti ada dorongan tersendiri untuk melukis Jesus,” kata wanita berhidung mancung ini.

Meski belum lama melukis secara profesional, wanita yang sempat berkarir di bidang travel dan penerbangan ini menguasai beberapa teknik melukis yang berbeda. Seperti untuk bagian tertentu, dia menggunakan tangannya langsung sebagai kuas cat minyak atau finger painting. Hal tersebut dipakainya untuk memberikan efek kasar dan bidang yang bertekstur. 

”Saya oleskan cat minyak lang sung dengan tangan. Namun un tuk bagian tertentu, tetap meng gunakan kuas,” terang Tamanna yang berayahkan Col ID Sharma.

Bahkan dia juga belajar teknik melukis di Indonesia. Yaitu dengan melapisi lukisan dengan pasir yang dilem. ”Saya mempelajarinya dari tukang bikin kaligrafi,” tutur wanita yang mengaku betah tinggal di Semarang ini.

Istri dari pimpinan perusahaan garmen ini ternyata betah berjam-jam melukis. Lukisannya rata-rata diselesaikan dalam waktu satu hingga tiga minggu. 

”Tergantung kesulitannya. Pernah satu minggu jadi. Tapi saya harus duduk tujuh jam dalam sehari,” ungkap wanita yang membandrol lukisannya seharga Rp 3 juta sampai Rp 8 juta ini.

Dimuat di Harian Radar Semarang, 11 Agustus 2008 (Sumber Berita)